You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Jawik
Desa Jawik

Kec. Tambakrejo, Kab. Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur

Selamat datang di web resmi Desa Jawik

Legenda Sendang Ayu

Admin Desa 09 Juli 2026 Dibaca 15 Kali
Legenda Sendang Ayu

Pada zaman dahulu, ketika hutan jati masih membentang luas di wilayah Desa Jawik, hiduplah seorang gadis cantik bernama Nyik Nah. Wajahnya yang rupawan dipadukan dengan sifatnya yang ramah, sopan, dan rajin membuatnya dikenal oleh seluruh warga sebagai Kembang Desa.

Setiap hari, Nyik Nah berjualan dawet di sebuah tanah lapang di tepi hutan yang kini dikenal dengan nama Oro-Oro. Tempat itu sangat ramai karena menjadi jalur lori yang mengangkut kayu jati dari kawasan hutan di sebelah selatan menuju tempat penimbunan kayu yang sekarang dikenal sebagai TPK Tobo. Para pekerja hutan, kusir, dan musafir yang melintas selalu singgah untuk melepas dahaga dengan semangkuk dawet buatan Nyik Nah yang terkenal segar dan manis.

Suatu hari, matahari bersinar sangat terik. Pembeli datang silih berganti hingga persediaan air Nyik Nah habis. Ia kemudian meminta pembantunya pergi mencari air. Namun, waktu terus berlalu dan pembantunya tak kunjung kembali. Sementara itu, para pembeli semakin banyak berdatangan.

Dengan hati yang mulai gelisah, Nyik Nah memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia lalu mengambil sebatang ranting kecil dan mulai mengorek tanah di dekat tempatnya berjualan. Tak disangka, dari bekas galian ranting itu tiba-tiba memancar mata air yang sangat jernih. Airnya keluar semakin deras hingga membentuk sebuah sendang yang tak pernah kering.

Semua orang yang menyaksikan peristiwa itu dibuat takjub. Air dari sendang tersebut terasa begitu segar dan mampu menghilangkan dahaga siapa pun yang meminumnya. Sejak saat itu, Nyik Nah tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk membuat dawet, dan para pelintas selalu berhenti untuk menikmati kesegaran air sendang tersebut.

Bertahun-tahun kemudian, Nyik Nah menghembuskan napas terakhir. Meski demikian, jasa dan kebaikannya tidak pernah dilupakan oleh masyarakat Desa Jawik. Sebagai bentuk penghormatan kepada gadis cantik berhati mulia itu, masyarakat menamai mata air tersebut Sendang Ayu. Kata Ayu melambangkan kecantikan, kelembutan hati, dan kebaikan Nyik Nah yang selalu dikenang sepanjang masa.

Hingga kini, Sendang Ayu tetap menjadi bagian dari sejarah dan cerita turun-temurun masyarakat Desa Jawik. Legenda ini mengajarkan bahwa kebaikan hati, kerja keras, dan doa yang tulus akan selalu meninggalkan jejak yang indah bagi generasi yang akan datang.

Diceritakan oleh Mbah Ngadiran ( Generasi ke 9 )

Ditulis oleh Rahmad Basuki ( Kepala Dusun Jawik )

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image